SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Putra-putri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpeluang lebih besar menempuh pendidikan di sekolah kedinasan bidang perhubungan setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim kembali menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) tersebut menjadi langkah awal untuk membuka akses bagi generasi muda daerah agar dapat berkarier di sektor transportasi dan perhubungan.

"Kerja sama ini sebenarnya pernah berjalan hingga 2016. Setelah itu tidak berlanjut sampai 2026. Karena itu kami kembali berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar putra-putri daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk berkarier di bidang perhubungan," kata Raihansyah, Kamis, 18 Juni 2026.

Kemenhub telah memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Penandatanganan MoU menjadi pintu masuk sebelum pembahasan teknis lebih lanjut dilakukan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari BPSDM, tersedia alokasi khusus bagi putra-putri daerah dari kabupaten untuk mengikuti pendidikan kedinasan. Namun seluruh peserta tetap wajib mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Semua calon tetap harus mengikuti tes seperti CAT, tes kesamaptaan dan tahapan lainnya yang sudah ditetapkan. Namun putra daerah memiliki peluang lebih besar sehingga nantinya bisa kembali mengabdi dan berkarya di daerah sendiri," ujarnya.

Raihansyah mengungkapkan, kebutuhan sumber daya manusia di sektor perhubungan, khususnya tenaga teknis, masih cukup tinggi di Kotim. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama Dishub kembali menjalin kerja sama dengan Kemenhub.

Saat ini, kata dia, fokus kerja sama diarahkan pada pendidikan di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Meski Kemenhub juga memiliki sekolah kedinasan di bidang transportasi laut dan udara, kebutuhan daerah saat ini lebih banyak pada sektor transportasi darat.

"Prioritas kami sementara di STTD terlebih dahulu. Memang ada pilihan sekolah kedinasan bidang udara dan laut, tetapi kebutuhan daerah saat ini lebih banyak di transportasi darat," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dishub Kotim berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah atas di wilayah Kotim. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027, sementara tahun ini difokuskan untuk menyiapkan seluruh tahapan kerja sama.

Ia menyebutkan, calon peserta yang ingin mengikuti seleksi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kemenhub, salah satunya berasal dari jurusan yang sesuai seperti IPA.

"Kami akan menyosialisasikan program ini ke sekolah-sekolah. Siapa tahu ada putra-putri daerah, termasuk dari desa-desa, yang berminat melanjutkan pendidikan di STTD," katanya.

Raihansyah berharap program tersebut dapat menjadi solusi regenerasi tenaga teknis perhubungan di Kotim. Pasalnya, setiap tahun terdapat pegawai yang memasuki masa pensiun, sementara kebutuhan tenaga pengganti terus meningkat.

"Kerja sama ini bertujuan menjaring putra-putri terbaik Kotim agar bisa menempuh pendidikan kedinasan dan nantinya kembali berkontribusi untuk daerah. Setelah MoU ini ada, peluang menuju sekolah kedinasan terbuka, tetapi tetap harus melalui seluruh rangkaian tes yang ditetapkan Kemenhub," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)