BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut dinilai tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemkab Lamandau menyiapkan lahan seluas sekitar 8,6 hektare di eks lahan LIK Desa Kujan untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamandau, Syaifudin Zuhri mengatakan, pemerintah daerah telah mengusulkan lahan tersebut kepada pemerintah pusat melalui proposal resmi.
“Kita juga sudah mengirimkan proposal usulan lahan. Nantinya akan ada pembangunan gedung baru di lokasi yang kita usulkan,” ujar Syaifudin Zuhri.
Ia menjelaskan, lokasi yang diusulkan telah memenuhi sejumlah persyaratan dasar, mulai dari sertifikat lahan, akses jalan, jaringan listrik, hingga ketersediaan air bersih melalui sumur bor.
Selain itu, kawasan tersebut juga dinilai aman karena tidak berada di wilayah rawan banjir maupun longsor. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan belajar mengajar ke depan.
Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat turut dibahas dalam sosialisasi di Aula Dinas Sosial Kabupaten Lamandau. Kegiatan itu juga membahas pembentukan Satuan Tugas Penyelenggara Sekolah Rakyat Tahun 2026 serta kesiapan daerah memenuhi ketentuan dari Kementerian Sosial.
Pemkab Lamandau menilai, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan terarah.
Dengan akses pendidikan yang semakin terbuka, program ini diharapkan mampu mendukung pemerataan pembangunan manusia di Kabupaten Lamandau.









