BORNEONEWS, Pulang Pisau – Aktivitas mencari nafkah di Sungai Kahayan berubah menjadi tragedi setelah sebuah perahu mesin atau kelotok yang mengangkut muatan kayu tenggelam di wilayah Desa Tambak, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau. Dari tiga orang yang berada di atas perahu, dua berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Yadi. Ia diduga tenggelam setelah kelotok yang ditumpanginya karam pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, saat kejadian korban bersama Frengky dan Aril sedang mengangkut kayu menggunakan kelotok menuju lanting.
Saat melintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di kawasan Desa Tambak, perahu yang mereka gunakan diduga tidak mampu menahan beban muatan sehingga tenggelam di tengah sungai.
“Dalam kejadian tersebut, Frengky dan Aril berhasil berenang ke tepi sungai untuk menyelamatkan diri,” kata Herman, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut keterangan kedua saksi, sesaat setelah perahu tenggelam mereka masih mendengar Yadi berteriak meminta pertolongan. Namun tidak lama kemudian korban hilang dari pandangan dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Korban sempat meminta tolong, tetapi kemudian tidak terlihat lagi. Upaya pencarian langsung dilakukan, namun sampai saat ini korban belum ditemukan,” ujarnya.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan keluarga korban kepada Polsek Banama Tingang. BPBD Kabupaten Pulang Pisau menerima laporan resmi dari Kapolsek Banama Tingang pada pukul 13.58 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Pulang Pisau, BASARNAS Kalimantan Tengah, Polsek Banama Tingang, TNI, Tagana Dinas Sosial, pemerintah desa, serta masyarakat setempat langsung melakukan operasi pencarian.
Pada hari pertama, tim menyisir aliran Sungai Kahayan menggunakan perahu rescue dan kelotok milik warga dengan radius pencarian mencapai 10 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian.
“Pencarian dilakukan hingga pukul 16.45 WIB, namun korban belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada pagi hari,” jelas Herman.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut. Tim BPBD yang dipimpin Kabid Kedaruratan dan Logistik Sinohito terus bergabung dengan unsur Basarnas, TNI-Polri, pemerintah desa, dan warga untuk memperluas pencarian.
Doa dan harapan terus mengalir agar seluruh tim pencari diberikan keselamatan serta kekuatan selama bertugas, dan korban dapat segera ditemukan untuk memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar di tepi Sungai Kahayan. (RETHA/j)









