NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Data kependudukan yang akurat menjadi dasar penting dalam mendukung pelayanan publik dan perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Hal itu menjadi perhatian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Lamandau melalui kegiatan rekonsiliasi data kependudukan bersama pemerintah desa.

Kepala Disdukcapil Lamandau, Turmudi mengatakan, rekonsiliasi dilakukan untuk memastikan data kependudukan di tingkat desa dan kabupaten tetap valid, sinkron, serta sesuai dengan kondisi penduduk di lapangan.

“Kami melakukan sinkronisasi dan validasi database kependudukan secara terpadu mengacu pada Data Konsolidasi Bersih Semester II Tahun 2025,” ujar Turmudi.

Menurutnya, penyelarasan data sangat penting karena perubahan penduduk terus terjadi, baik melalui perpindahan, kelahiran, maupun kematian. Jika tidak diperbarui secara berkala, data yang digunakan pemerintah dapat berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Rekonsiliasi tersebut difokuskan pada penyelarasan database desa dengan data kabupaten. Selain itu, Disdukcapil juga meninjau kualitas data melalui Buku Induk Penduduk atau BIP 2022 dan profil desa.

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dari Melata, Batu Tunggal, Bukit Jaya, dan Suka Maju. Pemerintah desa dinilai memiliki peran penting karena menjadi ujung tombak dalam pencatatan dan pembaruan data penduduk di wilayah masing-masing.

Turmudi menegaskan, data yang benar akan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan, menyusun program, serta menyalurkan pelayanan kepada masyarakat.

“Data yang benar akan mendukung pembangunan daerah yang tepat sasaran di Kabupaten Lamandau,” tegasnya.

Selain mendukung pembangunan daerah, rekonsiliasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan tertib administrasi kependudukan. Langkah tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau GISA.

Melalui pembaruan dan validasi data secara berkelanjutan, Disdukcapil Lamandau berharap kualitas database kependudukan semakin baik, akuntabel, dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung satu data Indonesia. (*/j)