NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Tradisi keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi salah satu ruang penting dalam menjaga silaturahmi, kebersamaan, dan kerukunan warga.

Hal itu seperti dalam kegiatan Maulid Rutinan sekaligus peringatan Haul Syekh Semman Almadani yang digelar di Masjid Muhajirin, Jalan Cempaka RT 06, Nanga Bulik, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. Warga bersama-sama mengikuti pembacaan maulid, doa, serta tausiyah keagamaan dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menyampaikan, kegiatan maulid dan haul tidak hanya menjadi bagian dari syiar keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

“Tradisi seperti ini bukan hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi tempat bertemunya masyarakat untuk saling menjaga silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Rizky.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Silaturahmi yang terjaga dapat menjadi modal sosial dalam memperkuat harmoni di lingkungan sekitar.

Rizky menilai, tradisi keagamaan yang rutin dilaksanakan masyarakat perlu terus dijaga. Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan tersebut juga membantu membangun rasa saling peduli dan menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari kehidupan warga Lamandau. Dengan begitu, nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kerukunan tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan Maulid dan Haul Syekh Semman Almadani berlangsung hangat dengan partisipasi aktif masyarakat yang tetap menjaga tradisi keagamaan di lingkungan Masjid Muhajirin. (*/j)