BORNEONEWS, Nanga Bulik – Penanganan stunting dan kemiskinan di Kabupaten Lamandau dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah menilai, dua persoalan tersebut saling berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Stunting tidak hanya menyangkut kesehatan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, Joni Elen mengatakan, stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama. Karena itu, penurunan stunting tetap menjadi salah satu program prioritas daerah.
“Stunting atau gagal tumbuh masih menjadi persoalan serius sekaligus ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, termasuk di Kabupaten Lamandau. Karena itu, penurunan stunting menjadi program prioritas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, hingga peran pemerintah desa. Upaya tersebut harus berjalan dalam satu arah agar intervensi kepada masyarakat lebih tepat sasaran.
Selain stunting, pemerintah daerah juga terus memperkuat penanggulangan kemiskinan. Persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga akses masyarakat terhadap layanan dasar, kesempatan ekonomi, dan pengurangan ketimpangan sosial.
Joni menyampaikan, capaian penurunan kemiskinan di Lamandau harus dijaga dengan kerja yang konsisten. Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan Kabupaten Lamandau tercatat 3,33 persen atau terendah di Kalimantan Tengah. Sementara kemiskinan ekstrem berada pada angka 0,03 persen.
Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Pemerintah tetap perlu memastikan berbagai program penanggulangan kemiskinan berjalan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik, bukan untuk berpuas diri,” tegasnya.
Pemkab Lamandau mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat integrasi program. Dengan koordinasi yang baik, penanganan stunting dan kemiskinan diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui langkah terintegrasi, pemerintah daerah berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Lamandau dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (*/j)









