JAKARTA –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berkolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor transportasi.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor transportasi dan perhubungan. Kotim selain investasi di bidang infrastruktur juga yang utama adalah investasi di bidang sumber daya manusia,” kata Bupati Kotim Halikinnor dihubungi dari Sampit, Jumat.

Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Halikinnor dan Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan Suharto di Kampus Politeknik Transportasi Darat Indonesia - Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) Bekasi, Jawa Barat.

Disusul perjanjian kerja sama antara Pemkab Kotim dengan Direktur PTDI-STTD Avi Mukti Amin terkait pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia sektor transportasi darat di Kotim.

Halikinnor menjelaskan, sektor transportasi memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terus berkembang.

“Oleh sebab itu, keberadaan tenaga kerja dan aparatur yang profesional serta kompeten menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, tertib, lancar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Kotim ini, perkembangan teknologi serta meningkatnya tuntutan pelayanan publik membuat penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang transportasi tidak bisa ditunda.

Pemerintah daerah perlu menyiapkan SDM yang mampu mengikuti perubahan dan modernisasi sektor perhubungan di masa mendatang.

Melalui kerja sama itu, Pemkab Kotim berharap peluang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi di bidang transportasi semakin terbuka, baik bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat dan putra-putri daerah yang ingin berkarir di sektor perhubungan.

“Kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas SDM, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi putra-putri daerah khususnya Kotim untuk memperoleh pendidikan, pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang perhubungan,” ujarnya.

ANTARA