JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow - Belanda siap memproduksi senjata Amerika Serikat berdasarkan lisensi, kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgöz-Zegerius. 

Bloomberg pada Rabu melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana meminta perusahaan pertahanan AS memberikan lisensi produksi senjata, termasuk rudal, di Eropa dan Ukraina setelah stok senjata AS menipis akibat konflik di Iran.

"Saya berbicara dua pekan lalu dengan industri Amerika dan kami berdiskusi. Itu percakapan yang baik. Saya juga menyampaikan keinginan untuk memperluas produksi bersama," ujar Yesilgöz-Zegerius dalam wawancara dengan Euractiv yang dipublikasikan Jumat (19/6/2026).

Ia menambahkan bahwa produksi bersama akan menguntungkan kedua negara sekaligus memperkuat kerja sama bilateral. Belanda juga sedang membahas produksi sistem anti balistik dan rudal.

Sehari sebelumnya Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menyatakan sejumlah negara Eropa, termasuk Polandia, Belanda, Swedia, dan Jerman, siap menjadi lokasi produksi senjata AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2024 memperingatkan bahwa negara-negara Barat yang memasok bantuan militer kepada Ukraina terlibat langsung dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa pengiriman senjata presisi jarak jauh ke Ukraina merusak keamanan global.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menyatakan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina merupakan sasaran yang sah bagi Rusia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA