PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cantik harus memberikan dampak nyata terhadap upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak.

Menurutnya, program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga harus menjadi instrumen strategis dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis, kita berharap angka stunting di Kota Palangka Raya dapat terus ditekan. Asupan gizi yang baik sejak dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Arif, Jumat 19 Juni 2026.

Persoalan stunting masih menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan fisik maupun kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu berbagai program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi harus dilaksanakan secara optimal dan tepat sasaran.

Arif menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap perbaikan status gizi anak dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

Selain itu, ia mendorong adanya pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program agar kualitas makanan, distribusi, serta pemenuhan standar gizi dapat terjaga dengan baik.

“Program ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Karena itu, kualitas makanan dan kandungan gizinya perlu menjadi perhatian utama agar tujuan menekan stunting dapat tercapai,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, hingga orang tua, untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan stunting melalui pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.

Menurut Arif, kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan karena penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program saja, melainkan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“MBG merupakan langkah yang baik, namun harus didukung edukasi gizi, pemantauan kesehatan anak, dan keterlibatan keluarga. Dengan begitu, target penurunan stunting dapat tercapai dan kualitas sumber daya manusia kita semakin meningkat,” pungkasnya. (MARINI/R)