SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berjanji untuk berkomitmen mendukung pengembangan sektor peternakan ayam sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

"Pemkab Kotim berkomitmen mendukung sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, peternak, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat, 19 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima kunjungan dan silaturahmi dari asosiasi peternak ayam petelur serta ayam ras pedaging yang beroperasi di Kotim, beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perkembangan usaha peternakan, khususnya kondisi harga telur ayam ras yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Irawati menjelaskan, diskusi tersebut juga menindaklanjuti surat dari Badan Pangan Nasional terkait pengawasan Harga Acuan Penjualan (HAP) telur ayam ras, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara harga yang menguntungkan peternak dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

"Kami mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi dari para pelaku usaha agar stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keberlangsungan usaha peternak dapat terus terjaga," ujarnya.

Ia menilai sektor peternakan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya komoditas protein hewani seperti telur dan daging ayam yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Pemkab Kotim akan terus membuka ruang dialog dengan para peternak guna mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari fluktuasi harga, biaya produksi, hingga distribusi hasil peternakan.

Selain menjaga stabilitas pasokan pangan, dukungan terhadap sektor peternakan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha peternakan lokal. (DEWI PATMALASARI/J)