PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir yang diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah setempat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan cuaca ekstrem dapat memicu berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun membahayakan keselamatan warga.

“Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari banjir dan genangan, pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, hingga kebakaran akibat korsleting listrik. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Hendrikus, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi lingkungan sekitar, memangkas dahan pohon yang rawan patah, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Selain itu, masyarakat yang berada di kawasan rawan genangan diminta membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar. Pengendara kendaraan bermotor juga diingatkan untuk lebih berhati-hati saat melintas ketika hujan turun karena jalan licin dan jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari instansi berwenang dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem,” pungkasnya. (MARINI/j)