BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian atau Diskominfo terus memperkuat literasi digital di kalangan pelajar.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Kominfo Goes To School dengan menggelar sosialisasi bertema Pelajar Cerdas, Bijak Bermedia, dan Anti Disinformasi di SMP Negeri 15 Palangka Raya, Kelurahan Marang.
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah, mengatakan kemampuan mengenali dan menangkal disinformasi menjadi keterampilan penting bagi pelajar di era digital.
“Melalui Program Kominfo Goes To School kami melakukan Sosialisasi Pelajar Cerdas, Bijak Bermedia, dan Anti Disinformasi pada siswa SMP Negeri 15 di Kelurahan Marang,” kata Saipullah di Palangka Raya, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat melalui internet dan media sosial membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Hal itu penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi keliru, menyesatkan, maupun belum terverifikasi.
Saipullah menjelaskan, pemahaman anti disinformasi dapat membantu pelajar berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta membedakan fakta dan opini.
Kemampuan tersebut tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga mencegah pelajar ikut menyebarkan hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Literasi digital ini juga berperan melindungi pelajar dari berbagai bentuk penipuan digital, sekaligus membentuk karakter yang bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi informasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, mengatakan perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar.
Menurutnya, internet dan media sosial memang memberi kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, di balik itu terdapat berbagai risiko yang perlu diwaspadai.
Risiko tersebut antara lain pencurian data pribadi, penipuan daring, peretasan akun, hingga penyebaran informasi palsu atau disinformasi.
“Oleh karena itu para pelajar perlu dibekali pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga keamanan data dan privasi di ruang digital.
Pelajar juga dibekali pemahaman untuk mengenali berbagai bentuk ancaman siber serta langkah pencegahan agar terhindar dari penyalahgunaan teknologi.
Hendra berharap edukasi tersebut dapat melahirkan generasi muda yang cakap digital, kritis terhadap informasi, dan mampu ikut menciptakan ruang digital yang sehat serta aman.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan ruang digital yang sehat dan ramah. Diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mendiseminasikan literasi digital serta menjadi pengguna media yang cerdas dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Palangka Raya berharap pelajar semakin bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terjebak dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.









