SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim mengirimkan delapan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA untuk mewakili Kalimantan Tengah pada Pekan Nasional atau Penas Petani Nelayan XVII 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan awalnya hanya lima anggota KTNA Kotim yang diberangkatkan pada kegiatan nasional tersebut.

Jumlah peserta terbatas karena adanya efisiensi anggaran daerah. Bahkan, menurutnya, pada awalnya anggaran keikutsertaan Kotim dalam Penas 2026 tidak dialokasikan.

“Lantaran karena keterbatasan anggaran daerah yang terdampak efisiensi. Bahkan, pada awalnya anggaran keikutsertaan Kotim pada ajang tersebut tahun ini tidak dialokasikan, tetapi setelah diperjuangkan maka tersedia kuota untuk lima orang,” kata Yephi di Sampit, Jumat, 19 Juni 2026.

Namun, jumlah peserta akhirnya bertambah menjadi delapan orang. Tiga anggota KTNA memutuskan tetap berangkat menggunakan biaya pribadi untuk tiket dan akomodasi perjalanan.

“Kami menyampaikan apresiasi besar untuk rekan-rekan KTNA karena mereka tetap bersemangat berangkat meski harus membiayai sendiri keberangkatannya. Jadi total kontingen Kotim yang mewakili Kalteng tahun ini menjadi delapan orang,” ujarnya.

Yephi mengungkapkan, tingginya biaya transportasi menuju Gorontalo menjadi salah satu kendala utama dalam pemberangkatan kontingen. Selain jarak lokasi kegiatan yang cukup jauh, pembagian kuota peserta juga telah dikoordinasikan pemerintah provinsi kepada kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Ia menjelaskan, Penas Petani Nelayan merupakan agenda nasional yang digelar setiap tiga tahun sekali. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi besar bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Selain itu, Penas juga menjadi wadah pertukaran informasi, pengenalan teknologi, pameran hasil budidaya, serta peningkatan kapasitas pelaku sektor pertanian dan perikanan.

“Di dalamnya ada banyak agenda penting, mulai dari berbagi informasi kemajuan pertanian di masing-masing daerah, pameran hasil budidaya, sampai perlombaan keterampilan dan kompetensi petani maupun nelayan,” katanya.

Menurut Yephi, kegiatan tersebut juga strategis bagi pemerintah daerah. Melalui Penas, daerah dapat melihat potensi dan inovasi dari wilayah lain, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan.

Ia berharap para peserta dari Kotim mampu membawa pulang pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerah.

Yephi juga menyinggung capaian pada Penas 2023 di Padang, Sumatera Barat. Saat itu, kontingen Kalimantan Tengah, termasuk peserta dari Kotim, berhasil meraih sejumlah prestasi hingga mengantarkan Kalteng menjadi juara umum nasional.

“Harapan kami tentu peserta dari Kotim tidak hanya hadir sebagai perwakilan daerah, tetapi juga mampu membawa pulang pengalaman, inovasi dan semangat baru untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan di daerah. Mudah-mudahan prestasi yang pernah diraih pada Penas sebelumnya juga bisa kembali dipertahankan tahun ini,” kata Yephi.