PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penataan jalur sepeda di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mendapat respons positif dari pengguna sepeda.

Ketua Hasi Palangka Raya, Noriko Yunanto, mengapresiasi hadirnya jalur khusus pesepeda di pusat ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

“Kami pesepeda sangat mengapresiasi adanya jalur sepeda di jantung ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangka Raya yang diupayakan pemerintah provinsi,” kata Noriko, Jumat, 19 Juni 2026.

Hasi atau Hakumpul Seli Palangka Raya merupakan komunitas sepeda lipat yang resmi hadir di Palangka Raya sejak 23 Oktober 2021.

Noriko mengatakan keberadaan jalur sepeda dapat menjadi cerminan kota yang lebih ramah terhadap pesepeda. Menurutnya, fasilitas tersebut juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif menggunakan sepeda dalam berolahraga maupun bermobilitas.

Ia menilai penggunaan sepeda memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kualitas hidup, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor, hingga mendukung lingkungan yang lebih ramah.

“Tidak semua kota memiliki jalur sepeda sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Permenhub Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Jadi kami sangat mengapresiasi ini,” tuturnya.

Respons positif juga disampaikan pesepeda lainnya, Didi Faturahman. Ia mengapresiasi kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang mendorong penyediaan jalur sepeda di Palangka Raya.

“Harapan kami sebagai pesepeda baik yang digunakan untuk olahraga ini, juga sangat bermanfaat juga bagi anak-anak yang ke sekolah naik sepeda,” ucapnya.

Menurut Didi, jalur sepeda penting untuk membantu menjaga keselamatan anak-anak yang menggunakan sepeda menuju sekolah, terutama di kawasan yang lalu lintasnya cukup padat.

Ia berharap pembangunan jalur sepeda dapat dilanjutkan hingga kawasan pusat pendidikan, seperti ruas Jalan Achmad Yani dan sekitarnya yang banyak dilalui pelajar.

“Kalau bisa pembuatan jalur sepeda diteruskan sampai pusat pendidikan SMP atau SMA yang padat lalu lintasnya seperti sekitar ruas Jalan Achmad Yani,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menjelaskan penyediaan jalur sepeda bertujuan memberi kenyamanan bagi masyarakat sekaligus memperindah wajah kota.

“Ini sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi warga khususnya bagi mereka yang senang berolahraga seperti pengguna sepeda,” katanya.

Penataan jalur sepeda tersebut sempat menjadi polemik di masyarakat karena pengerjaan pengecatan dinilai menggunakan cat yang kurang berkualitas. Gubernur kemudian menindaklanjuti hal itu dengan menginstruksikan perangkat daerah terkait melakukan pembenahan.

Hingga Jumat, pengerjaan jalur sepeda tampak kembali dilakukan, salah satunya di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya.

Jalur khusus pesepeda tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Panjaitan, Jalan Brigjen Katamso, dan beberapa ruas lainnya.