NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan petani kelapa sawit melalui pengawasan harga tandan buah segar atau TBS di tingkat lapangan.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, meminta seluruh pabrik kelapa sawit atau PKS yang beroperasi di daerah setempat memberikan harga pembelian TBS yang lebih layak dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perkebunan.

Menurut Rizky, harga TBS memiliki pengaruh langsung terhadap pendapatan masyarakat, terutama petani sawit yang menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil kebun. Karena itu, penyesuaian harga perlu menjadi perhatian bersama agar petani tidak dirugikan.

“Penurunan harga TBS berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh PKS dapat menyesuaikan harga agar petani memperoleh nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dorongan penyesuaian harga tersebut juga sejalan dengan arahan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang meminta agar harga TBS di tingkat petani kembali mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Lamandau saat ini berada di kisaran Rp3.000 per kilogram. Pemkab menilai harga tersebut perlu terus dijaga agar tetap kompetitif dan memberi manfaat bagi petani.

Selain meminta PKS menyesuaikan harga, Rizky juga menginstruksikan camat dan kepala desa untuk ikut memantau harga pembelian TBS di wilayah masing-masing. Pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pabrik, tetapi juga pada pengepul dan pedagang yang beroperasi di desa maupun kecamatan.

Langkah tersebut dinilai penting agar rantai pembelian TBS berjalan lebih transparan dan tidak merugikan petani. Pemerintah daerah ingin memastikan petani memperoleh informasi harga yang jelas serta kesempatan menjual hasil kebun dengan nilai yang wajar.

“Kami menginginkan seluruh PKS memberikan harga yang kompetitif dan menguntungkan petani sawit di Kabupaten Lamandau,” kata Rizky.

Pemkab Lamandau menegaskan akan terus memantau perkembangan harga sawit dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (*/j)