BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen mewujudkan Kota Sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan target meraih predikat Kota Sehat tidak hanya dimaknai sebagai upaya mengejar penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
“Langkah ini diambil bukan sekadar demi mengejar penghargaan, melainkan sebagai wujud nyata pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” kata Zaini di Palangka Raya, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia menjelaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah akan berupaya memenuhi sembilan tatanan Kota Sehat yang menjadi indikator utama dalam penilaian nasional.
Sembilan tatanan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang mandiri dan sehat.
“Sembilan tatanan tersebut mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang mandiri dan sehat,” ujarnya.
Zaini menerangkan, sembilan tatanan Kota Sehat meliputi kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perkantoran dan industri, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana.
Menurutnya, penerapan seluruh tatanan tersebut secara baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berwawasan kesehatan.
“Implementasi yang baik pada seluruh tatanan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berwawasan kesehatan,” kata Zaini.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait bekerja secara terpadu. Setiap perangkat daerah diminta tidak berjalan sendiri-sendiri agar indikator penilaian dapat dipenuhi secara tepat sasaran.
Selain penguatan koordinasi internal birokrasi, Pemkot Palangka Raya juga fokus membenahi fasilitas publik. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain sanitasi, pengelolaan sampah, serta penyediaan ruang terbuka hijau atau RTH.
Zaini menilai pembenahan fasilitas publik penting untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program Kota Sehat tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
Tanpa kesadaran bersama dari warga, upaya pemerintah dalam membangun lingkungan yang sehat dinilai tidak akan berjalan optimal.
Melalui komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Palangka Raya optimistis mampu memenuhi standar Kota Sehat yang telah ditetapkan.
Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga Palangka Raya.









