JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Iran menyatakan konsultasi melalui pihak mediator masih berlangsung untuk menentukan putaran baru dialog dengan Amerika Serikat.

Dialog tersebut ditujukan untuk menyusun kesepakatan final setelah rencana pertemuan di Swiss ditunda.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan rincian putaran perundingan berikutnya akan diumumkan setelah seluruh kondisi yang diperlukan untuk melaksanakan pembicaraan terpenuhi.

Ia memastikan pertemuan di Swiss yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat telah ditunda hingga waktu yang akan diumumkan kemudian.

Menurut Baghaei, negosiasi menuju kesepakatan final bergantung pada pelaksanaan sejumlah klausul dalam memorandum yang telah disepakati.

Klausul tersebut mencakup gencatan senjata, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pengecualian bagi ekspor minyak Iran, serta pencairan aset Iran yang dibekukan.

Baghaei juga membantah laporan yang menyebut Iran telah mengundang Badan Energi Atom Internasional atau IAEA untuk melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya.

Ia menjelaskan pembahasan mengenai program nuklir Iran akan berlangsung selama 60 hari sesuai ketentuan memorandum. Selama periode tersebut, aktivitas nuklir Iran disebut tetap berjalan seperti biasa.

Baghaei menambahkan, inspeksi di fasilitas seperti Bushehr Nuclear Power Plant tetap dilakukan. Namun, akses ke fasilitas yang terdampak serangan Amerika Serikat dan Israel akan bergantung pada hasil negosiasi yang masih berlangsung.

Menurutnya, salah satu tujuan pertemuan di Swiss semula adalah menandatangani memorandum dan membahas mekanisme perundingan tahap akhir.

Namun, pertemuan itu dinilai tidak lagi diperlukan setelah dokumen tersebut ditandatangani secara digital pada 18 Juni. Saat ini, persiapan untuk pertemuan baru dalam beberapa hari mendatang sedang dilakukan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan telah dibatalkan dan ditunda.

Meski demikian, Swiss menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog antara para pihak.

Pengumuman tersebut muncul setelah Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance tidak akan melakukan perjalanan ke Swiss karena masih ada kendala logistik yang belum terselesaikan terkait pembicaraan teknis dengan Iran.

Pada Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik Memorandum Islamabad yang dimediasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Memorandum tersebut disebut bertujuan membuka jalan bagi penghentian konflik dan penurunan ketegangan di kawasan, termasuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu/ANTARA