BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 112 peserta mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Baamang Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Jumat malam, 19 Juni 2026.
"Sebanyak 112 peserta mengikuti MTQ dan FSQ Kecamatan Baamang. Terdiri dari 85 peserta MTQ dan 27 peserta FSQ," kata Lurah Baamang Hilir Reza Aji Maulana Abdi selaku Ketua Panitia MTQ Kecamatan Baamang.
Tahun ini, Kelurahan Baamang Hilir mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ dan FSQ tingkat kecamatan. Kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Juni 2026, dipusatkan di Kantor Kecamatan Baamang.
Reza menjelaskan, MTQ dan FSQ merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, serta meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat dua kategori utama yang diperlombakan. Untuk MTQ, cabang yang dipertandingkan meliputi tartil Al-Qur'an, tilawah Al-Qur'an, syarhil Qur'an, dan tahfidz Al-Qur'an yang diikuti peserta tingkat anak-anak, remaja hingga dewasa dengan total 85 peserta.
Sementara itu, Festival Seni Qasidah mempertandingkan lomba gambus serta bintang vokalis pop religi tingkat anak-anak dan remaja yang diikuti 27 peserta.
Meski berlangsung sederhana, pelaksanaan MTQ dan FSQ tetap berjalan dengan semangat tinggi. Reza mengakui kegiatan tahun ini sempat mengalami penundaan selama satu bulan akibat keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah.
"Pelaksanaan tahun ini dilakukan secara sederhana. Bahkan sempat tertunda dari jadwal awal. Namun berkat dukungan para donatur dan berbagai pihak yang peduli terhadap syiar Islam, kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana," ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan moril maupun materil sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, kesederhanaan pelaksanaan tidak boleh mengurangi semangat para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Ajang ini diharapkan menjadi sarana lahirnya qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta seniman qasidah terbaik yang akan mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ dan FSQ tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). MTQ dan FSQ tingkat Kabupaten sendiri direncanakan berlangsung pada September 2026 di Kecamatan Mentaya Hulu.
Selain itu, para juara yang terpilih nantinya juga diharapkan dapat dipersiapkan lebih matang untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2027 yang akan digelar di Palangka Raya.
"Harapan kami, peserta terbaik dari Baamang nantinya tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi," pungkas Reza. (DEWI PATMALASARI/j)









