NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari kebiasaan makan keluarga sehari-hari.

Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau terus mendorong peran Tim Penggerak PKK sebagai mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Penguatan edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi pangan di Desa Bukit Indah E3, Kecamatan Bulik. Kegiatan itu diikuti anggota TP PKK dan warga setempat yang mendapatkan pembekalan mengenai pola konsumsi pangan B2SA serta pengawasan keamanan pangan melalui program Paman Kasih.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Dr. Aprimeno Sabdey, mengatakan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk pola makan sehat. Menurutnya, ibu rumah tangga menjadi salah satu pihak yang paling menentukan kualitas gizi keluarga.

“PKK memiliki posisi strategis untuk mengedukasi masyarakat. Jika keluarga mampu menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi, maka upaya pencegahan stunting akan lebih efektif,” ujarnya.

Aprimeno menjelaskan, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga.

Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal perlu terus diperkuat karena mudah diperoleh, dekat dengan kehidupan masyarakat, serta memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Selain edukasi konsumsi pangan bergizi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keamanan pangan. Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lamandau, Cristina, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli maupun mengolah bahan makanan.

“Masyarakat harus memahami ciri-ciri pangan yang aman dikonsumsi serta menghindari produk yang mengandung bahan berbahaya. Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan juga menyampaikan bahwa TP PKK Desa Bukit Indah memperoleh Bantuan Pemerintah untuk program Rumah Pangan B2SA senilai Rp30 juta. Bantuan tersebut bersumber dari APBN melalui Badan Pangan Nasional.

Aprimeno mengatakan bantuan itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatannya meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan pangan lokal, hingga penyediaan sarana pendukung pengolahan pangan.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat dan aman semakin meningkat. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih kuat dari tingkat keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Lamandau yang lebih sehat dan mandiri. (*/j)