PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta atau AKPY bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun memberikan pelatihan kepada 237 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim, Kalimantan Tengah, dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Panen-Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan atau SDMP 2026 tersebut menekankan pentingnya perawatan kebun yang dilakukan secara rutin, tepat, dan berkelanjutan.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, SP., MP., mengatakan produktivitas kelapa sawit yang tinggi tidak hanya bergantung pada penggunaan bibit unggul dan pupuk, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengelola kebunnya.

“Keberhasilan sawit Indonesia ke depan tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul dan pupuk yang digunakan, tetapi ditentukan oleh kualitas manusianya, ditentukan oleh kualitas petaninya,” ujar Idum saat membuka pelatihan di Palangka Raya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi perkebunan sawit rakyat saat ini adalah rendahnya produktivitas. Kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh praktik pemeliharaan kebun yang belum optimal.

Menurutnya, perawatan kebun yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas tanaman. Kegiatan seperti pemupukan berimbang, pengendalian gulma, hingga pemeliharaan tanaman secara berkala harus dilakukan agar kebun mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) secara maksimal dan berkelanjutan.

“Banyak kebun rakyat yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi hasilnya belum optimal karena aspek pemeliharaan belum dilakukan secara baik dan konsisten,” katanya lagi.

Melalui pelatihan ini, para pekebun dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari budidaya, panen hingga penanganan pascapanen. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung di kebun masing-masing sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Program Pengembangan SDM Perkebunan yang didukung BPDP dan Ditjenbun tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia perkebunan, khususnya pekebun sawit rakyat, agar mampu mengelola kebun secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Dengan peningkatan kompetensi petani, produktivitas sawit rakyat diharapkan dapat terus meningkat dan mendukung daya saing industri kelapa sawit nasional di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)