BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menilai generasi muda perlu menjadi fokus utama dalam penguatan literasi keuangan digital seiring tingginya penggunaan layanan pembayaran elektronik di kalangan tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan generasi muda saat ini menjadi pengguna terbesar berbagai platform pembayaran digital, baik untuk transaksi sehari-hari maupun aktivitas ekonomi berbasis daring.
"Generasi muda menjadi pengguna utama layanan pembayaran digital. Hal ini membuka peluang besar bagi ekonomi digital, namun juga menghadirkan tantangan berupa risiko kejahatan digital," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Semester I Satgas PASTI Provinsi Kalimantan Tengah seperti dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, semakin tingginya aktivitas digital masyarakat harus dibarengi dengan kemampuan mengenali berbagai modus penipuan yang berkembang.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang mencatat 4.040 aduan terkait penipuan dan aktivitas keuangan ilegal hingga 31 Mei 2026.
Yuliansah menilai edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk membangun budaya transaksi digital yang aman. Oleh sebab itu, Bank Indonesia bersama OJK dan Satgas PASTI terus mendorong sosialisasi mengenai keamanan transaksi digital kepada masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok usia produktif.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap keamanan digital akan membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa terjebak praktik penipuan yang merugikan. (TESTI PRISCILLA/j)









