PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah meminta peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 tidak hanya mengikuti kegiatan dengan serius, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi, mengatakan pelatihan yang digelar Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi pekebun untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola kebun sawit.

Menurutnya, penerapan praktik budidaya yang baik harus menjadi kebiasaan petani agar produktivitas kebun meningkat sekaligus membuat usaha perkebunan lebih efisien dan berkelanjutan.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, dan sebarkan ilmunya kepada petani lain,” kata Jayan kepada peserta pelatihan, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia menilai keberhasilan program peningkatan kapasitas petani tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kepada pekebun lainnya.

Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat perkebunan dan mendorong peningkatan produktivitas sawit rakyat secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Yephi Hartady Periyanto menyebut pelatihan menjadi sarana bagi petani untuk naik kelas dalam mengelola usaha perkebunan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani tidak hanya berdampak pada kenaikan produktivitas, tetapi juga membantu petani memahami aspek legalitas dan keberlanjutan usaha yang kini semakin penting dalam industri kelapa sawit.

“Pelatihan menjadi jalan bagi petani untuk naik kelas, tidak hanya dari sisi produktivitas, tetapi juga legalitas dan keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Di tengah luas perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah yang telah mencapai lebih dari 2,1 juta hektare, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing komoditas unggulan tersebut.

Melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan petani, sektor perkebunan sawit diharapkan mampu terus berkembang dengan mengedepankan produktivitas, efisiensi, dan prinsip keberlanjutan.

Sebab, keberhasilan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh luasnya areal perkebunan, melainkan juga oleh kualitas pengelolaan kebun dan kemauan petani untuk terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan praktik budidaya yang semakin maju. (TESTI PRISCILLA/j)