PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Provinsi Kalimantan Tengah sukses menjadi salah satu pusat perhatian dalam Karnaval Budaya yang mengawali rangkaian Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat pada Jumat, 19 Juni 2026. Kehadiran peserta dari Bumi Tambun Bungai dengan nuansa budaya Dayak yang kental menghadirkan warna tersendiri di tengah parade keberagaman budaya Nusantara.

Karnaval budaya tersebut merupakan salah satu agenda utama sebelum pelaksanaan perlombaan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung pada 18-28 Juni 2026. Ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia memadati jalan-jalan utama Kota Manokwari dengan menampilkan identitas budaya daerah masing-masing sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Kontingen Kalteng tampil menonjol dengan menghadirkan empat mobil hias yang dipenuhi ornamen khas Dayak. Hiasan bernuansa budaya Borneo tersebut dipadukan dengan berbagai atraksi seni tradisional yang ditampilkan peserta pejalan kaki dari Tim Kalteng Berkah.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah atau LPPD Kalimantan Tengah, Guntur Talajan, mengatakan keikutsertaan kontingen Kalteng dalam karnaval tidak hanya menjadi ajang perkenalan budaya daerah, tetapi juga bentuk dukungan terhadap semangat persaudaraan dan keberagaman yang diusung Pesparawi Nasional.

"Selain mobil hias, juga diikuti peserta pejalan kaki dari Tim Kalteng Berkah yang berkesempatan menampilkan budaya khas dari Tanah Borneo untuk masyarakat di Bumi Kasuari. Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan baik dan meriah," ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Dalam karnaval tersebut, peserta Kalteng menampilkan beragam kesenian tradisional seperti tarian daerah, musik kecapi, seni tutur karungut, hingga busana adat Dayak yang mencerminkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Sorak sorai dan antusiasme warga Manokwari mengiringi perjalanan rombongan Kalteng. Perpaduan warna-warni kostum, alunan musik tradisional, gerak tari, serta nilai-nilai filosofi Huma Betang yang diangkat dalam penampilan kontingen menjadi representasi identitas masyarakat Kalimantan Tengah di panggung nasional.

Semangat kebersamaan yang diusung melalui filosofi Huma Betang turut menjadi pesan penting yang dibawa kontingen Kalteng. Filosofi tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang hadir secara langsung untuk melepas peserta karnaval menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kekayaan budaya bangsa sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Menurutnya, karnaval budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkenalkan keragaman budaya Indonesia yang menjadi kekuatan bangsa.

"Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting menuju puncak Pesparawi Nasional XIV di Manokwari," ungkapnya.

Karnaval budaya mengambil rute dari Jalan Yos Sudarso hingga berakhir di Jalan Merdeka, Manokwari. Sepanjang perjalanan, peserta disambut ribuan masyarakat yang memadati tepi jalan untuk menyaksikan berbagai penampilan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia.

Usai mengikuti karnaval, kontingen Kalimantan Tengah kini bersiap menghadapi berbagai cabang perlombaan dalam Pesparawi Nasional XIV. Dengan mengusung semangat "Dari Borneo untuk Indonesia", Kalteng optimistis dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat Indonesia. (TESTI PRISCILLA/j)