PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perawatan kebun menjadi salah satu fokus utama dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang dilaksanakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Sebanyak 149 peserta yang mengikuti pelatihan budidaya dibekali berbagai materi teknis yang dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kebun sawit yang sehat dan produktif.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, SP., MP., menjelaskan materi yang diberikan mencakup pemeliharaan tanaman, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian gulma, konservasi tanah dan air, serta penerapan praktik budidaya yang baik atau good agricultural practices.

Menurutnya, keberhasilan perkebunan sawit tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau usia tanaman, tetapi juga oleh ketepatan petani dalam melakukan pemeliharaan kebun.

“Materi-materi tersebut menjadi fondasi utama untuk membangun kebun yang sehat dan produktif,” ujarnya dalam kegiatan pelatihan di Palangka Raya pada 18-23 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pemupukan merupakan salah satu aspek penting karena berfungsi memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sehingga pertumbuhan dan produksi tandan buah segar (TBS) dapat berlangsung optimal.

Selain itu, pengendalian gulma juga menjadi perhatian karena keberadaan tanaman pengganggu dapat menyebabkan persaingan dalam penyerapan nutrisi, air, dan cahaya matahari yang dibutuhkan tanaman sawit.

Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan piringan, pengelolaan drainase, serta sanitasi kebun. Ketiga aspek tersebut berpengaruh langsung terhadap kesehatan tanaman dan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Idum menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi yang sangat berharga bagi petani. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang dimiliki akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar sarana produksi.

“Ilmu yang diperoleh hari ini akan terus memberikan manfaat bagi kebun dan keluarga di masa yang akan datang,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas kebun meningkat dan usaha perkebunan rakyat dapat berkembang secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)