BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengungkap seorang pria yang sempat mengaku terlantar dan menjadi korban kecelakaan ternyata merupakan buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dari Polres Sambas, Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Sosial Kobar, Hazriansyah, Sabtu, 20 Juni 2026 mengatakan, pria tersebut awalnya datang ke kantor Dinas Sosial dengan kondisi memprihatinkan dan mengaku ditinggalkan oleh seorang pengusaha tambang ilegal tanpa biaya untuk pulang.
“Awalnya yang bersangkutan datang meminta bantuan karena mengaku terlantar dan menjadi korban kecelakaan. Atas dasar kemanusiaan tentu kami memberikan pelayanan dan pendampingan,” jelas Hazriansyah.
Hazriansyah menjelaskan, sesuai prosedur yang berlaku, pihaknya kemudian melakukan pendataan dan verifikasi identitas terhadap pria tersebut sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Dalam proses koordinasi dan verifikasi identitas, akhirnya diketahui bahwa yang bersangkutan ternyata masuk DPO Polres Sambas terkait kasus curanmor,” jelas Hazriansyah.
Menurutnya, setelah status hukum pria tersebut diketahui, penanganan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut.
“Selanjutnya penanganan beralih ke pihak kepolisian. Yang bersangkutan kemudian dijemput personel Polres Sambas,” katanya.
Hazriansyah menegaskan, Dinas Sosial tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, namun proses verifikasi identitas tetap menjadi bagian penting dalam setiap penanganan kasus sosial.
“Kami tetap memberikan layanan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan. Tetapi verifikasi identitas memang sangat penting agar penanganan bisa tepat dan tidak disalahgunakan,” jelasnya
Ia juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Kobar yang memiliki akses transportasi laut, darat, dan udara sehingga kerap menjadi daerah persinggahan berbagai pihak.
“Kobar ini daerah strategis dengan akses yang cukup lengkap, sehingga memungkinkan menjadi tempat singgah banyak orang. Karena itu diperlukan sinergi antarinstansi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku tindak pidana yang bersembunyi,” jelas Hazriansyah.
Kapolres Kobar, Theodorus Priyo Santosa membenarkan bahwa pria tersebut saat ini telah dibawa oleh petugas dari Polres Sambas.
“Yang bersangkutan sudah dibawa petugas dari Polres Sambas terkait kasus curanmor yang dilakukan pelaku,” kata Kapolres. (WAHYU KRIDA/j)









