PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) melaksanakan tindak lanjut kerja sama internasional melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Equity yang telah dilaksanakan di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam memperkuat sinergi akademik pada bidang pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan pengembangan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Program PKM Equity yang didiseminasikan mengusung tema “Penguatan Ketahanan Air dan Mitigasi Banjir melalui Pembangunan Embung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Habeahan.” Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi internasional antara USU dan UPM dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana banjir.

Delegasi Universitas Sumatera Utara yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Ir. Rahmawaty, M.Si., Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., Ir. Yusak Maryunianta, M.P., Dr. Ir. Bejo Slamet, M.Si., Dr. Ir. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si., serta Nur Ulina Warnisyah Sebayang, S.P., M.Agr. Kegiatan diseminasi turut melibatkan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), yaitu Prof. Dr. Seca Gandaseca, sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan pertukaran pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Dalam forum diskusi, tim USU memaparkan berbagai capaian program yang telah dilaksanakan di Desa Habeahan, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, pembangunan embung sebagai infrastruktur konservasi air, hingga penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam mendukung ketahanan lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Selain memaparkan hasil kegiatan, para peserta juga mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama lanjutan antara USU dan UPM, termasuk penelitian bersama, publikasi internasional, pengembangan program pengabdian masyarakat lintas negara, serta pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan desa berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi kelembagaan, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui dukungan Satelit Office USU-UPM yang berada di lingkungan Fakultas Perhutanan dan Alam Sekitar, Universiti Putra Malaysia. Fasilitas yang disediakan oleh Fakultas Perhutanan dan Alam Sekitar UPM tersebut menjadi pusat koordinasi berbagai aktivitas kolaboratif antara kedua institusi, termasuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas akademik, serta pengembangan program internasional lainnya.

Keberadaan Satelit Office USU-UPM menjadi simbol nyata komitmen kedua universitas dalam membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan. Melalui fasilitas ini, berbagai kegiatan kolaboratif dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur dan berkesinambungan guna menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, lingkungan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sumatera Utara, terutama dalam penguatan kerja sama internasional, peningkatan reputasi akademik global, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan diseminasi ini, USU dan UPM menegaskan komitmen bersama untuk terus memperluas dan memperkuat kerja sama internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai permasalahan lingkungan dan sosial melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berkelanjutan. Hasil-hasil pengabdian yang telah dicapai di Desa Habeahan diharapkan dapat menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi pada berbagai wilayah lain dengan karakteristik yang serupa. (TESTI PRISCILLA/j)