BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak agar pembangunan permanen Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada tahun mendatang.
"Kalau anggaran memungkinkan, idealnya memang harus dibangun permanen. Kita dorong agar pembangunan permanen Jembatan Patah ini menjadi prioritas,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim Rinie, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia mengatakan pembangunan permanen diperlukan mengingat jembatan tersebut kerap mengalami kerusakan dan telah beberapa kali menimbulkan keluhan masyarakat hingga kecelakaan.
Menurutnya, hingga saat ini pembahasan terkait pembangunan permanen jembatan tersebut belum masuk ke Komisi IV DPRD Kotim. Namun, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim telah melaporkan pelaksanaan perbaikan yang dilakukan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Perbaikan yang saat ini dikerjakan masih sebatas pemeliharaan, berupa penggantian total lantai jembatan menggunakan kayu ulin guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Rinie menjelaskan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rencana pembangunan permanen belum dapat direalisasikan tahun ini.
"Memang di Dinas SDABMBKPRKP saat itu tidak tersedia anggaran untuk pembangunan permanen. Namun karena sempat terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa, maka perbaikan harus segera dilakukan agar jembatan tetap aman dilintasi," ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat pembahasan APBD 2026 pada tahun sebelumnya, DPRD sebenarnya telah mengusulkan agar penanganan Jembatan Patah menjadi salah satu program prioritas. Namun kondisi keuangan daerah yang terdampak efisiensi anggaran membuat usulan tersebut belum bisa diwujudkan.
Karena itu, langkah yang saat ini dilakukan pemerintah daerah masih berfokus pada pemeliharaan dan penguatan struktur lantai jembatan agar tetap berfungsi dengan baik.
"Pembahasan pembangunan permanennya memang belum sampai ke tahap itu. Mudah-mudahan ke depan bisa segera direalisasikan karena jembatan ini cukup sering mengalami kerusakan," katanya.
Rinie menegaskan DPRD mendukung penuh apabila pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan permanen jembatan tersebut.
"Kami sangat mendukung jika dibangun permanen. Selain sering terjadi kerusakan, masyarakat juga banyak menyampaikan keluhan. Jadi memang perlu ada solusi jangka panjang agar tidak terus-menerus rusak," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)









