BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan sedikitnya tiga ruas jalan berstatus jalan provinsi di wilayah Kotim mendapatkan alokasi anggaran pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim Rinie mengatakan, kepastian tersebut diperoleh saat pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait sejumlah usulan pembangunan infrastruktur jalan.
"Di provinsi kemarin kami sempat menanyakan kembali janji gubernur terkait pembangunan Jalan Terantang yang tembus ke Cempaka Mulia. Dari informasi yang kami terima, ada tiga ruas jalan di Kotim yang mendapatkan kucuran anggaran dari Pemprov tahun ini," kata Rinie, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia mengatakan, salah satu ruas yang memperoleh anggaran cukup besar adalah Jalan HM Arsyad di kawasan Samuda. Ruas jalan tersebut dikabarkan mendapat alokasi dana sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan.
Selain itu, Jalan Terantang yang menghubungkan wilayah menuju Cempaka Mulia juga masuk dalam daftar pembangunan tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
"Untuk Jalan Terantang memang mendapat anggaran, tetapi belum mencakup seluruh kebutuhan yang diusulkan. Tahun ini alokasinya sekitar Rp2,5 miliar dari pemerintah provinsi," ujarnya.
Rinie menjelaskan, sebelumnya DPRD Kotim telah melaporkan kondisi Jalan Terantang yang membutuhkan penanganan serius, termasuk keberadaan 21 unit box culvert yang diperlukan untuk menunjang akses jalan di kawasan tersebut.
Namun berdasarkan informasi yang diterima, anggaran dari pemerintah provinsi belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pembangunan. Karena itu, Pemprov berharap Pemerintah Kabupaten Kotim turut berkontribusi dalam pembangunan Jalan Cempaka Mulia-Terantang.
"Kami menyampaikan bahwa di ruas Jalan Terantang terdapat kebutuhan sekitar 21 box culvert. Informasinya, tidak semuanya bisa dianggarkan oleh provinsi, sehingga kabupaten juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam pembiayaannya," tambahnya.
Sementara itu, untuk ruas jalan di Kecamatan Parenggean, Rinie mengaku belum memperoleh informasi rinci mengenai lokasi pasti yang akan dikerjakan. Meski demikian, ia memastikan pembangunan jalan tersebut sudah masuk dalam program yang akan dilaksanakan tahun ini.
"Kalau yang di Parenggean saya belum mendapat informasi detail ruas mana yang akan dikerjakan. Tetapi yang jelas, pembangunan untuk tiga ruas jalan tersebut dipastikan akan dilaksanakan tahun ini," tegasnya.
Rinie berharap realisasi pembangunan jalan provinsi di Kotim dapat berjalan sesuai rencana sehingga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. (DEWI PATMALASARI/y)









