PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT mencatat perbaikan struktur keuangan pada kuartal I 2026. Perusahaan berhasil menekan liabilitas sekaligus meningkatkan ekuitas, yang mencerminkan kondisi keuangan semakin sehat dan kuat untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.

Direktur PT Citra Borneo Utama Tbk, Ronny H Raharjo, mengatakan penguatan fundamental keuangan menjadi salah satu fokus perusahaan di tengah dinamika industri sawit dan kondisi ekonomi global yang terus berubah.

“Perbaikan struktur keuangan ini menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga kesehatan bisnis secara berkelanjutan. Kami terus berupaya mengelola aset dan liabilitas secara prudent agar dapat mendukung pertumbuhan usaha dalam jangka panjang,” ujar Ronny dalam Public Expose CBUT yang digelar secara virtual melalui Webex yang diikuti Borneonews baru-baru ini.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total aset CBUT pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp4,035 triliun. Nilai tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang mencapai Rp4,117 triliun.

Di sisi lain, liabilitas perusahaan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, liabilitas tercatat sebesar Rp3,433 triliun, kemudian turun menjadi Rp3,231 triliun pada 2024, Rp3,007 triliun pada 2025, dan kembali turun menjadi Rp2,870 triliun pada kuartal I 2026.

Menurut Ronny, penurunan liabilitas menjadi salah satu indikator keberhasilan perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan dan menjaga keseimbangan keuangan.

“Penurunan liabilitas memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan serta mendukung berbagai rencana pengembangan usaha yang telah disiapkan,” katanya.

Sementara itu, ekuitas perusahaan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, ekuitas CBUT tercatat sebesar Rp902 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp969 miliar pada 2024, kemudian mencapai Rp1,110 triliun pada 2025 dan kembali naik menjadi Rp1,164 triliun pada kuartal I 2026.

Ronny menilai peningkatan ekuitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus menjaga disiplin dalam pengelolaan keuangan seiring dengan strategi ekspansi dan penguatan bisnis hilir kelapa sawit yang sedang dijalankan.

“Kami optimistis fundamental keuangan yang semakin kuat akan menjadi modal penting bagi CBUT untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)