SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Syahbana menyambut positif pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Baamang Tahun 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah penting dalam menjaring generasi muda berprestasi di bidang keagamaan.

"Yang jelas kita sudah menyaksikan pembukaan MTQ dan Festival Seni Qasidah tingkat Kecamatan Baamang. Harapan kita melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit unggul yang nantinya dapat mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ tingkat kabupaten," kata Syahbana, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia berharap hasil seleksi dari MTQ dan FSQ tingkat kecamatan dapat menghasilkan kafilah terbaik yang mampu bersaing pada ajang MTQ tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur yang akan digelar di Kecamatan Mentaya Hulu.

Menurutnya, target masuk lima besar pada MTQ tingkat kabupaten merupakan capaian yang realistis apabila para peserta mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan setelah kompetisi tingkat kecamatan berakhir.

"Harapan kita di tingkat kabupaten nanti, dari hasil seleksi ini bisa menghasilkan peserta yang mampu membawa Kecamatan Baamang masuk setidaknya lima besar," ujarnya.

Ia juga menilai pelaksanaan MTQ dan FSQ memiliki dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda. Sebagian besar peserta yang mengikuti perlombaan masih berada pada usia anak-anak dan remaja, sehingga kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting untuk membangun mental dan akhlak mereka.

"Kami sangat mendukung kegiatan MTQ seperti ini karena sifatnya religius. Pembinaan sejak dini memang sangat diperlukan. Mayoritas peserta masih berusia remaja, sehingga kegiatan ini dapat membantu membentuk karakter yang baik dan menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif," tambahnya.

Syahbana berharap pemerintah kecamatan, LPTQ, para pembina, serta masyarakat terus memberikan dukungan kepada para peserta agar kemampuan mereka semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama Baamang di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Ia menegaskan, pembinaan keagamaan melalui MTQ dan FSQ merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui kegiatan seperti ini kita berharap lahir generasi yang berprestasi, berakhlak baik, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)