BORNEONEWS, Palangka Raya - Delegasi akademisi dari Universitas Sumatera Utara atau USU, Indonesia, bersama Universiti Teknologi MARA atau UiTM, Malaysia, menghadiri Kuliah Inaugural Profesor yang disampaikan oleh Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd Hasmadi Ismail RMNVR di Dewan Kuliah Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universiti Putra Malaysia (UPM) pada Jumat, 19 Juni 2026. Kuliah inaugural tersebut mengangkat tema “Tree, Forest Tree, Forestry for Us: Bridging Forest Science & Geospatial Technology” yang menyoroti peran strategis ilmu kehutanan dan teknologi geospasial dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Delegasi Universitas Sumatera Utara yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Ir. Rahmawaty, M.Si., Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., Ir. Yusak Maryunianta, M.P., Dr. Ir. Bejo Slamet, M.Si., Dr. Ir. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si., dan Nur Ulina Warnisyah Sebayang, S.P., M.Agr. Kehadiran delegasi USU merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), yaitu Prof. Dr. Mohd Nazif Mohd Noh dan Prof. Dr. Seca Gandaseca, yang selama ini aktif dalam pengembangan kerja sama akademik dan penelitian di bidang kehutanan, lingkungan, serta teknologi geospasial.
Dalam kuliah inauguranya, Prof Mohd Hasmadi Ismail memaparkan perkembangan pemanfaatan teknologi geospasial, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG) dalam mendukung pengelolaan hutan yang lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.
"Integrasi antara ilmu kehutanan dan teknologi geospasial dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam berbasis data," katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan akademik antara USU, UPM, dan UiTM. Selain mengikuti rangkaian kuliah inaugural, para akademisi yang hadir turut berdiskusi mengenai peluang kolaborasi penelitian internasional, publikasi ilmiah bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, program dosen tamu, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehutanan dan lingkungan.
Partisipasi delegasi USU dalam forum akademik internasional ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama pendidikan dan pertukaran pengetahuan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan ilmu dan teknologi untuk mitigasi serta adaptasi perubahan iklim, dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) yang berfokus pada pengelolaan hutan serta pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sumatera Utara, terutama IKU 6 terkait kerja sama dengan mitra strategis kelas dunia dan IKU 8 terkait penguatan reputasi internasional melalui keterlibatan aktif sivitas akademika dalam berbagai kegiatan akademik global. Kehadiran delegasi USU dalam forum ilmiah internasional seperti ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas serta meningkatkan daya saing universitas di tingkat regional maupun global.
Pada kesempatan tersebut, delegasi USU dan UiTM turut menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd Hasmadi Ismail RMNVR atas penyelenggaraan Kuliah Inaugural Profesor ini. Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pengembangan ilmu kehutanan dan teknologi geospasial, sekaligus menjadi inspirasi bagi akademisi dan peneliti muda untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja sama antara Universitas Sumatera Utara, Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Teknologi MARA semakin erat sehingga mampu menghasilkan berbagai program kolaboratif yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pencapaian SDGs, serta penguatan posisi institusi sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berdaya saing internasional. (TESTI PRISCILLA/y)









