SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hewan kecil yang sering dianggap gangguan saja ternyata bisa membawa bahaya nyata bagi kesehatan kita.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur mengajak seluruh warga untuk lebih mengenal dan waspada terhadap Hantavirus, penyakit yang bersumber dari tikus dan bisa mengancam nyawa jika diabaikan.

Kepala Dinas Kesehatan, Umar Kaderi, menjelaskan pentingnya mengenali gejala serta menerapkan tindakan pencegahan untuk melindungi diri.

“Hantavirus dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan kotoran atau air liur tikus yang membawa virus. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan serius pada paru-paru yang fatal jika terlambat diobati,” kata Umar Kaderi, Minggu, 21 Juni 2026.

Virus dapat menular ke manusia melalui kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gejala penyakit hantavirus biasanya muncul 1 sampai 5 minggu setelah terpapar dan meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot terutama punggung, batuk, sesak napas, mual, dan muntah. Pada kasus berat, penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas berat, gagal napas, bahkan kematian.

Untuk mencegah hantavirus, Umar Kaderi menyarankan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

“Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berdebu atau jarang digunakan. Basahi dulu area yang akan dibersihkan untuk mengurangi debu, lalu bersihkan dengan cairan disinfektan. Simpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup, buang sampah pada tempatnya, dan tutup rapat lubang di dinding, lantai, plafon, dan saluran air yang bisa menjadi akses tikus,” jelasnya.

Tempat berisiko tinggi penularan hantavirus antara lain rumah atau gudang yang jarang dihuni, ladang, kebun, hutan, kandang hewan, area peternakan, tempat penyimpanan hasil pertanian, serta saluran air dan selokan.

Ia juga mengingatkan, jika mengalami gejala setelah berada di area berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala dan informasikan riwayat aktivitas di tempat yang berpotensi terpapar tikus. Jangan menunda pengobatan karena penanganan yang cepat meningkatkan peluang kesembuhan,” pungkasnya. (DEVIANA/R)