JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, siap membahas berbagai tantangan pekerja media di era digital.

Pembahasan itu akan dilakukan dalam Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara atau SP Antara yang digelar di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2026.

Ketua SP Antara, Abdul Gofur, mengatakan kehadiran Said Iqbal diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ketenagakerjaan di industri media.

Menurutnya, pekerja media saat ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan pola konsumsi informasi, disrupsi teknologi digital, dan tekanan bisnis yang semakin berat.

“Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis media secara drastis. Banyak perusahaan media menghadapi tekanan pendapatan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi pekerjanya,” kata Gofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Gofur menyebut kehadiran Said Iqbal menjadi momentum penting bagi pekerja media untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan media nasional menghadapi tekanan berupa penurunan pendapatan iklan, perubahan model bisnis, hingga efisiensi operasional.

Kondisi tersebut berdampak pada pekerja, termasuk munculnya gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK di sejumlah perusahaan media.

Gofur menilai situasi itu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama.

Menurutnya, keberlanjutan industri media harus tetap dijaga, tetapi perlindungan terhadap pekerja juga tidak boleh diabaikan.

Selain ancaman PHK, pekerja media juga masih menghadapi tantangan dalam memperjuangkan hak-hak normatif dan membangun hubungan industrial yang sehat.

Ia menilai keberadaan serikat pekerja di sejumlah perusahaan media masih belum sepenuhnya mendapat ruang yang memadai.

Padahal, serikat pekerja merupakan bagian penting dari ekosistem hubungan industrial yang modern, sehat, dan produktif.

“Di tengah tekanan industri media saat ini, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi semakin penting. Transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.

Musyawarah Anggota SP Antara merupakan forum tertinggi organisasi. Forum tersebut akan membahas evaluasi program kerja, arah perjuangan organisasi ke depan, serta pemilihan Ketua SP Antara periode 2026-2029.

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan pekerja media dan hubungan industrial di sektor industri pers serta penyiaran.

ANTARA