BORNEONEWS, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memastikan tim gabungan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 5,3 hektare area terbuka di dua wilayah desa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla itu terjadi secara simultan sejak Sabtu, 20 Juni 2026.
Peristiwa tersebut melanda wilayah Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Kecamatan Martapura.
“BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan langsung dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemadaman dan lokalisasi titik api,” kata Abdul di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan hasil kaji cepat instrumen kebencanaan di lapangan, api membakar vegetasi lahan di dua desa.
Rinciannya, dua hektare lahan terbakar di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam.
Sementara itu, 3,3 hektare lahan lainnya terbakar di Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.
Abdul menjelaskan, titik api di Desa Simpang Lima telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya oleh petugas.
Namun, pemadaman masih terus dilakukan untuk menangani kebakaran lahan di Desa Pesayangan.
“Untuk titik api di Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk lahan di wilayah Desa Pesayangan masih dalam proses pemadaman,” ujarnya.
Seiring masuknya musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Kalimantan Selatan memperkuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
BNPB juga mendorong peningkatan pengawasan darurat, patroli darat, serta menghindari aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar.
Langkah pencegahan dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
ANTARA









