PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Delegasi Universitas Sumatera Utara atau USU melakukan kunjungan akademik ke Kebun Komuniti (Persatuan Penduduk Bukit Bandaraya Shah Alam) yang dikelola oleh Institut Biodiversiti dan Pembangunan Lestari (Institute for Biodiversity and Sustainable Development/IBSD), Universiti Teknologi MARA (UiTM). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan pertanian berbasis masyarakat yang mengusung konsep circular agriculture atau pertanian sirkular sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.

Delegasi USU yang hadir terdiri atas Prof. Dr. Ir. Rahmawaty, M.Si., Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., Ir. Yusak Maryunianta, M.P., Dr. Ir. Bejo Slamet, M.Si., Dr. Ir. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si., serta Nur Ulina Warnisyah Sebayang, S.P., M.Agr. Kehadiran tim USU disambut langsung oleh jajaran akademisi dan peneliti UiTM, yaitu Director Institute for Biodiversity and Sustainable Development (IBSD), Prof. Madya Sr. Dr. Siti Aekbal Salleh, Prof. Ts. Dr. Mohd Nazip Suratman, Prof. Dr. Seca Gandaseca, Dr. Muhammad Fuad Bin Abdullah, serta Assoc. Prof. Dr. Siti Noor Hajjar Md. Latip.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi USU diajak meninjau berbagai aktivitas pertanian yang dikembangkan di Kebun Komuniti. Kawasan ini mengintegrasikan budidaya tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman obat, serta pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi dalam satu sistem yang saling terhubung. Berbagai komoditas yang dibudidayakan antara lain terong, mentimun, rosella, bunga telang (Clitoria ternatea), bunga hibiscus, serta berbagai jenis sayuran dan tanaman herbal yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu daya tarik utama kebun tersebut adalah penerapan konsep pertanian sirkular, di mana hasil budidaya, limbah organik, dan produk turunan dikelola secara terpadu sehingga mampu meminimalkan limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah. Rosella yang dibudidayakan di kebun dimanfaatkan sebagai bahan baku teh herbal, sementara bunga telang dan bunga hibiscus dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan yang memiliki nilai fungsional bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Siti Noor Hajjar Md. Latip memaparkan berbagai inovasi produk yang telah berhasil dikembangkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penelitian terapan.

"Salah satu produk unggulan yang dihasilkan adalah kompos organik yang dipasarkan dengan harga sekitar RM32 untuk kemasan 10 kilogram, serta pupuk kandang ayam yang dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian ramah lingkungan," katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Senin, 22 Juni 2026.

Inovasi lainnya yang menarik perhatian delegasi USU adalah Baja MyKerang, yaitu pupuk organik yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit kerang yang dipadukan dengan cangkang telur. Produk ini memiliki kandungan kalsium yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kualitas tanah sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Selain itu, tim IBSD UiTM juga mengembangkan berbagai produk biopestisida yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pengalaman langsung terhadap konsep pertanian sirkular yang diterapkan, delegasi USU turut menikmati berbagai sajian berbahan baku organik yang berasal dari hasil Kebun Komuniti. Menu yang disajikan antara lain es teh rosella, es teh bunga telang, serta es krim nanas organik, yang merupakan contoh pemanfaatan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat.

Menurut para pengelola, Kebun Komuniti tidak hanya berfungsi sebagai lokasi budidaya tanaman, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat, wahana penelitian, serta sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Model ini dinilai berhasil mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Kunjungan akademik ini membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara USU dan UiTM, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah organik, pemberdayaan masyarakat, biodiversitas, serta pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Selain menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kegiatan ini juga memperkuat jejaring internasional antara kedua institusi dalam mendukung pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.

Kebun Komuniti UiTM merupakan contoh nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih erat antara USU dan UiTM dalam mengembangkan inovasi pertanian dan lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global. (TESTI PRISCILLA/j)