BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, melaksanakan audiensi resmi bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjen Polisi Mada Roostanto.
Pertemuan ini bertujuan memperkokoh hubungan kerja sama dan menyelaraskan langkah dalam pelaksanaan tugas serta fungsi masingmasing lembaga.
Kegiatan berlangsung di ruang kerja Kepala BNNP Kalimantan Tengah, dan dihadiri pejabat utama Kanwil Ditjenpas Kalteng. Sementara itu, Brigjen Polisi Mada Roostanto didampingi Kepala BNNK Palangka Raya, Komisaris Besar Polisi I Wayan Korna, beserta unsur pimpinan dan staf terkait di lingkungan BNNP setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Hensah memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang memimpin Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, sekaligus memaparkan gambaran umum pelaksanaan tugas pemasyarakatan mulai dari pembinaan di dalam lembaga, pembimbingan kemasyarakatan, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.
Ia juga menjelaskan perkembangan regulasi baru yang memberikan ruang lebih luas bagi penerapan pidana pengawasan dan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis agar sistem hukum lebih berkeadilan sekaligus mengurangi kepadatan hunian di Lembaga Pemasyarakatan maupun Rumah Tahanan Negara.
“Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam sel, tetapi juga menjalankan pidana alternatif agar pelanggar hukum memiliki kesempatan berubah sikap dan kembali berguna bagi masyarakat,” ujar Hensah, Senin, 22 Juni 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Polisi Mada Roostanto menyambut baik kunjungan dan upaya mempererat kerja sama.
Ia mengapresiasi hubungan baik yang sudah terjalin, terutama dalam hal penitipan tahanan serta pelaksanaan program pemulihan bagi penyalahguna narkotika.
Menurutnya, regulasi baru yang mendukung pidana alternatif sangat sejalan dengan arah rehabilitasi yang didorong BNN, sekaligus membantu mengatasi masalah kelebihan kapasitas hunian yang menjadi tantangan luas.
“Kita tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi anta?lembaga sangat penting, terutama dalam penanganan narkotika dari pencegahan hingga pemulihan,” ujar Mada Roostanto.
Di akhir pertemuan, Hensah kembali menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan BNNP Kalimantan Tengah demi sistem pemasyarakatan yang efektif, manusiawi, dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial warga binaan. (PATHUR/Y)









