SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengecek kondisi akses Jalan Lingkar Utara menuju lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Wengga Metropolitan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional sekolah yang ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026.

"Tadi disampaikan ada jalan masuk Lingkar Utara yang masih perlu perbaikan. Nanti saya instruksikan Dinas PU untuk mengecek terlebih dahulu dan melihat bagian mana yang bisa dibantu serta ditanggulangi," kata Halikinnor saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Halikinnor mengaku puas dengan perkembangan pembangunan yang dinilai berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Ia menyebut proses pengerjaan berlangsung siang dan malam sehingga progres pembangunan terus menunjukkan kemajuan signifikan.

"Saya cukup terkesan melihat perkembangan di lapangan. Berdasarkan laporan General Manager, ada sekitar 65 karyawan dan 100 tukang yang bekerja secara bergantian. Karena itu progres pembangunan berjalan sangat cepat dan hingga saat ini tidak ada kendala berarti yang menghambat pekerjaan," ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah pusat yang memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh kebutuhan penunjang agar sekolah dapat beroperasi secara optimal.

Ia menilai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat memadai, mulai dari ruang belajar hingga sarana pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang proses pendidikan dan pembinaan peserta didik.

"Kita bersyukur Kotim dipercaya menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat. Fasilitas yang dibangun sangat baik dan lengkap. Tadi kami melihat langsung beberapa ruang kelas yang sudah selesai dikerjakan dengan hasil yang sangat memuaskan," katanya.

Halikinnor menjelaskan, seluruh biaya pendidikan peserta didik di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah.

Selain mendapatkan layanan pendidikan, siswa juga akan tinggal di asrama dengan fasilitas makan, tempat tinggal, dan kebutuhan belajar yang disediakan secara penuh.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kotim. (DEWI PATMALASARI/R)