BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerataan akses telekomunikasi dan internet masih menjadi tantangan di Kabupaten Lamandau.
Hingga saat ini, puluhan desa di wilayah tersebut masih mengalami keterbatasan jaringan komunikasi karena belum terjangkau layanan seluler maupun internet.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Lamandau, dari total 85 desa dan tiga kelurahan yang ada 38 desa masih masuk kategori blank spot atau belum memiliki akses jaringan seluler yang memadai.
Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur dan Ekosistem TIK Diskominfosantik Kabupaten Lamandau, Kariadi mengatakan kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena akses komunikasi kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
"Masih ada 38 desa yang belum terjangkau layanan seluler berdasarkan sebaran BTS yang ada saat ini. Tentu kondisi ini menjadi tantangan yang harus segera kita carikan solusi bersama," ujarnya.
Saat ini infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamandau. Kecamatan Bulik menjadi wilayah dengan jumlah BTS terbanyak, yakni 28 unit.
Selanjutnya Kecamatan Sematu Jaya memiliki 21 BTS, Kecamatan Lamandau 12 BTS, Kecamatan Delang dan Bulik Timur masing-masing 10 BTS, Kecamatan Belantikan Raya 8 BTS, serta Kecamatan Batangkawa sebanyak 4 BTS. Dari jumlah tersebut, 12 BTS merupakan tambahan yang mulai beroperasi pada tahun 2025.
Menurut Kariadi, kebutuhan jaringan internet dan telekomunikasi semakin penting seiring meningkatnya layanan publik berbasis digital. Berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan hingga transaksi ekonomi, kini banyak dilakukan secara daring.
Meski demikian, masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman masih menghadapi keterbatasan akses. Sebagian warga bahkan harus mengandalkan jaringan WiFi berbayar dengan sistem voucher untuk dapat berkomunikasi maupun mengakses informasi melalui internet.
Pemkab Lamandau terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi dengan mendorong operator seluler memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah-daerah terpencil.
"Kami berharap semakin banyak provider yang berinvestasi membangun BTS di wilayah pelosok sehingga akses komunikasi masyarakat dapat semakin merata," katanya.
Selain pembangunan BTS, pemerintah daerah juga menaruh harapan pada program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik yang berencana menyalurkan bantuan perangkat internet berbasis satelit Starlink.
Program tersebut diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan berbagai fasilitas pelayanan pemerintah yang berada di daerah dengan keterbatasan jaringan.
"Kami memperoleh informasi bahwa akan ada bantuan Starlink untuk mendukung layanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan instansi pemerintah. Semoga desa-desa yang masih mengalami blank spot di Lamandau dapat memperoleh manfaat dari program tersebut," tambah Kariadi.
Pemerintah daerah optimistis berbagai langkah yang dilakukan, baik melalui pembangunan BTS maupun dukungan teknologi internet satelit, dapat mempercepat pemerataan akses digital di seluruh wilayah Kabupaten Lamandau sehingga masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi dan informasi yang lebih baik.(NATALIA KRISTIN)









