NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau akan melaksanakan operasi pasar pada akhir Juli 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lamandau sekaligus untuk memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Aprimeno Sabdey, mengatakan bahwa operasi pasar menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok yang berpotensi mengalami kenaikan.

Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Pihaknya terus berupaya menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Lamandau. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi serta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kami juga memastikan distribusi bantuan pangan dari Presiden dapat berjalan lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, operasi pasar akan terus dilakukan apabila terjadi lonjakan harga barang di pasaran,” ujar Aprimeno.

Tidak hanya fokus pada stabilisasi harga dan distribusi pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga melalui konsumsi pangan yang berkualitas.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu ke-3 Juni 2026, Kabupaten Lamandau mencatat angka IPH sebesar 3,99 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa hingga minggu ketiga Juni 2026 secara umum terjadi peningkatan harga bahan pangan sebesar 3,99 persen dibandingkan Mei 2026.

Apripeno mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pangan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap peningkatan harga adalah daging sapi dengan kontribusi 3,8326 persen, disusul bawang merah sebesar 0,2996 persen dan beras sebesar 0,1289 persen,” jelasnya.(NATALIA KRISTIN