NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di daerah.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tidak hanya bergantung pada peserta didik, tetapi juga pada kualitas dan kesejahteraan guru yang mendampingi mereka setiap hari.

"Anak yang berkualitas tentu lahir dari guru yang berkualitas. Karena itu kita harus bersama-sama memberikan solusi untuk kesejahteraan para guru," kata Norol Latifah, Senin, 22 Juni 2026

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kompetensi tenaga pendidik yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Lamandau.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 155 lembaga PAUD di Kabupaten Lamandau dengan jumlah tenaga pendidik mencapai 255 orang. Namun, sebagian besar guru masih berlatar belakang pendidikan SMA, sementara jumlah tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi sarjana pendidikan masih relatif terbatas.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersama agar kualitas layanan pendidikan anak usia dini semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Selain itu, Norol menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini harus mengacu pada pendekatan holistik dan integratif sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif.

"Jadi tidak hanya berbicara soal kesejahteraan guru atau gizi anak semata, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, seluruh anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka.

"Jangan ada kesenjangan antara kota dan desa. Mari kita sama-sama menuntaskan persoalan pendidikan di wilayah 3T. Kita harus mengangkat pendidikan dari bawah agar semua anak mendapatkan kesempatan yang sama," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Norol mengajak seluruh Bunda PAUD di Kabupaten Lamandau untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini.

"Kita harus bersama-sama memperjuangkan pendidikan anak usia dini agar generasi Lamandau ke depan tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkasnya.(NATALIA KRISTIN)