NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Salah satunya melalui kegiatan sharing session bertema Menjadi Pemandu Wisata Profesional yang digelar di Taman Celosia, Desa Sumber Mulya, baru-baru ini.

Kegiatan yang diikuti pelajar dan anggota Saka Pramuka tersebut bertujuan memperkenalkan profesi pemandu wisata sekaligus memberikan pemahaman mengenai peluang kerja di sektor pariwisata yang terus berkembang di Kabupaten Lamandau.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lamandau, Wunge Kristasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang siap mendukung kemajuan pariwisata daerah.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pemandu wisata semakin meningkat seiring bertambahnya destinasi wisata yang berkembang di Lamandau. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan sejak dini agar mampu memanfaatkan peluang yang ada.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan profesi pramuwisata kepada pelajar dan masyarakat. Kami berharap ke depan lahir pemandu wisata yang profesional dan mampu menjadi duta wisata daerah," ujar Wunge.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Yomie Kamale dan Mahiyang yang memiliki pengalaman di bidang kepariwisataan.

Yomie yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kalimantan Tengah menuturkan bahwa profesi pemandu wisata memiliki prospek yang cukup menjanjikan, terutama di daerah yang sedang mengembangkan sektor pariwisata.

Menurut Yomie, seorang pramuwisata tidak hanya bertugas mendampingi wisatawan selama perjalanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya, sejarah, dan potensi daerah kepada para pengunjung.

"Seorang pemandu wisata adalah wajah daerah. Karena itu kemampuan komunikasi, wawasan destinasi, dan sikap profesional harus terus diasah," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi peluang usaha sekaligus lapangan pekerjaan bagi generasi muda apabila ditekuni secara serius.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait syarat menjadi pemandu wisata, peluang penghasilan, hingga pentingnya kemampuan bahasa asing dalam mendukung profesi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pariwisata sehingga mampu mendukung promosi destinasi wisata daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.(NATALIA KRISTIN)