SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mendorong untuk menghidupkan kembali kegiatan usaha Koperasi Korpri sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah tersebut.

"Sekali lagi saya ingatkan Sekda selaku pembina Korpri, coba hidupkan lagi Korpri kita ini. Jangan Korpri kita hidup segan mati tak mau. ASN kita kurang lebih 9.000 orang. Ini potensi yang sangat besar kalau bisa dikelola dengan baik," kata Halikinnor, Senin, 22 Juni 2026.

Ia mencontohkan, apabila setiap ASN membelanjakan sebagian kebutuhannya melalui Koperasi Korpri, maka perputaran uang yang terjadi dapat menghasilkan keuntungan cukup besar bagi organisasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan koperasi bisa diaktifkan kembali di kawasan Jalan Ahmad Yani agar menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi anggota Korpri.

"Kalau satu ASN saja belanja Rp200 ribu per bulan di koperasi, tentu keuntungan yang didapat bisa sangat besar. Keuntungan itu bisa ditabung dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan Korpri maupun meningkatkan kesejahteraan anggotanya," ujarnya.

Halikinnor menilai selama ini Korpri terlalu bergantung pada iuran anggota yang nilainya relatif kecil sehingga sulit mendukung berbagai program organisasi secara maksimal.

Karena itu, ia mengajak pengurus Korpri untuk mulai mengembangkan usaha yang memiliki potensi keuntungan lebih besar sehingga organisasi memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

"Kalau hanya berharap dari iuran Korpri yang jumlahnya tidak seberapa, tentu tidak cukup untuk membiayai berbagai kegiatan. Harus ada usaha yang menghasilkan," imbuhnya.

Selain mengembangkan koperasi, Halikinnor juga menilai Korpri dapat menjajaki peluang usaha lain yang potensial di Kotim salah satunya sektor perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, dengan dukungan permodalan yang tepat dan pengelolaan profesional, usaha tersebut dapat memberikan keuntungan signifikan yang nantinya bisa digunakan untuk mendukung berbagai program Korpri.

Ia bahkan mencontohkan peluang kerja sama dalam pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dinilai mampu menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah setiap bulan apabila dikelola dengan baik.

Keuntungan tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan uang saku peserta kegiatan Korpri, mendukung keikutsertaan anggota dalam agenda tingkat provinsi maupun nasional, hingga pembinaan olahraga dan kegiatan lainnya.

"Contoh, kita minta SPK tandan buah segar sawit itu saja dengan modal kita pinjam di Bank Kalteng Rp5 miliar, bisa dapat Rp200-300 juta sebulan. Itu bisa meningkatkan kesejahteraan termasuk memberangkatkan Korpri jika ada kegiatan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)