BORNEONEWS, Sampit – Para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-3 tingkat Kecamatan Baamang diminta tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang diraih. Mereka diharapkan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Kecamatan Mentaya Hulu.
"Selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara. Namun jangan cepat puas, karena tantangan berikutnya lebih berat, yakni mewakili Kecamatan Baamang di MTQ tingkat kabupaten. Masih ada waktu untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri lebih matang," kata Plt Camat Baamang Yudi Aprianur saat penutupan MTQ dan FSQ tingkat Kecamatan, Senin, 22 Juni 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan MTQ dan FSQ, masyarakat Baamang disuguhkan lantunan ayat suci Al-Qur’an serta berbagai penampilan seni Islami yang menjadi bagian dari syiar agama di wilayah tersebut.
Yudi menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan hakim, para donatur, perusahaan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan MTQ dan FSQ tahun ini sempat menghadapi kendala pendanaan. Namun berkat dukungan berbagai pihak, kegiatan akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
"Awalnya kegiatan ini mengalami keterbatasan anggaran, bahkan sempat minus. Tetapi berkat dukungan masyarakat, donatur dan berbagai pihak, berdasarkan laporan panitia justru kegiatan ini berakhir dengan kondisi surplus," ujarnya.
Yudi menegaskan, Kecamatan Baamang menargetkan peningkatan prestasi pada MTQ tingkat Kabupaten Kotim tahun ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pada pelaksanaan sebelumnya Baamang berada di luar enam besar.
Karena itu, ia berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Baamang segera melakukan pembinaan terhadap para juara agar mampu bersaing di tingkat kabupaten.
"Saya berharap tahun ini minimal Baamang bisa masuk lima besar. Itu target yang harus kita perjuangkan bersama melalui pembinaan yang lebih serius," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya beberapa cabang lomba yang belum memiliki peserta saat MTQ tingkat kecamatan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak agar pada pelaksanaan mendatang seluruh cabang dapat terisi.
"Kita harus mencari dan menyiapkan peserta untuk cabang-cabang yang masih kosong. Kalau ingin bersaing di tingkat kabupaten, semua cabang lomba harus terisi," tambahnya.
Yudi menekankan bahwa MTQ dan FSQ tidak hanya bertujuan menghasilkan juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan seni budaya Islam.
"Jangan hanya fokus pada piala dan prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membangun karakter generasi muda di tengah arus digitalisasi saat ini," katanya.
Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil yang diperoleh sebagai motivasi untuk terus belajar dan berlatih.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ dan FSQ Kecamatan Baamang, Reza Aji Maulana Abdi, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga penutupan.
Menurut Reza, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan masyarakat, dunia usaha, anggota dewan, serta para donatur yang membantu baik secara moril maupun materiil.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak sangat besar sehingga kekurangan anggaran yang sempat kami hadapi bisa teratasi," ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia tahun ini menambah kategori penghargaan berupa juara harapan. Sebelumnya hadiah hanya diberikan kepada juara pertama hingga ketiga.
"Awalnya penghargaan hanya untuk juara satu, dua dan tiga. Namun tahun ini kami juga memberikan hadiah bagi juara harapan agar dapat menambah motivasi dan semangat peserta," jelasnya.
Reza menambahkan, seluruh juara pertama pada masing-masing cabang lomba akan menjadi wakil Kecamatan Baamang pada MTQ dan FSQ tingkat Kabupaten Kotim 2026.
Ia yakin para pemenang yang terpilih mampu menjadi kebanggaan Baamang karena proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan hakim yang berintegritas.
"Insyaallah para juara yang terpilih merupakan hasil penilaian yang jujur dan objektif. Kami berharap mereka mampu mengharumkan nama Kecamatan Baamang di tingkat kabupaten nanti," pungkasnya.
Adapun juara umum MTQ Kecamatan Baamang di raih oleh Kelurahan Baamang Hulu, disusul Kelurahan Baamang Tengah juara kedua, dan Kelurahan Baamang Hilir juara ketiga. (DEWI PATMALASARI/j)









