SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Baamang yakin mampu membawa Kecamatan Baamang masuk lima besar pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026.

"Kalau untuk target lima besar, kami yakin bisa tercapai. Potensi yang kita miliki cukup besar, hanya saja masih ada beberapa cabang yang perlu diperkuat agar bisa menutupi kekurangan yang ada," kata Ketua LPTQ Kecamatan Baamang Agus Mulyadi, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat lima cabang perlombaan yang belum memiliki peserta atau belum terisi secara maksimal saat MTQ tingkat kecamatan. Di antaranya cabang Qira'at Sab'ah, Fahmil Qur'an atau cerdas cermat, serta beberapa nomor lainnya yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut.

Menurut Agus, sebenarnya Kecamatan Baamang memiliki sejumlah potensi peserta yang dapat diandalkan. Bahkan ada beberapa aset qari dan qariah asal Baamang yang saat ini sedang menempuh pendidikan atau berada di luar daerah seperti Banjarmasin dan Kapuas.

"Kami sebenarnya memiliki potensi di beberapa cabang. Ada peserta asal Baamang yang saat ini berada di luar daerah. Mereka tetap menjadi aset kita dan sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk memperkuat kafilah apabila diperlukan," ujarnya.

Agus menegaskan, LPTQ Baamang berkomitmen mengutamakan peserta asli dari Kecamatan Baamang dalam setiap ajang MTQ.

"Kami ingin juara yang dihasilkan benar-benar berasal dari Baamang. Karena itu kami tidak mengambil peserta dari luar daerah untuk memperkuat kafilah," tambahnya.

Ia menambahkan, Baamang juga memiliki sekitar 140 guru mengaji yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kotim dan menerima insentif setiap bulan. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan generasi muda di bidang Al-Qur'an.

"Kami akan berkolaborasi dengan para guru mengaji agar pembinaan tidak hanya fokus pada kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menulis, memahami, dan mendalami isi kandungannya," katanya.

Pembinaan tersebut mencakup berbagai cabang perlombaan, termasuk Khattil Qur'an atau seni menulis kaligrafi Al-Qur'an yang dinilai memiliki peluang menambah perolehan poin pada MTQ tingkat kabupaten.

Agus menjelaskan, para juara MTQ dan FSQ tingkat Kecamatan Baamang akan dipersiapkan secara khusus untuk mengikuti MTQ dan FSQ tingkat Kabupaten Kotim, bahkan diarahkan hingga tingkat provinsi dan nasional apabila mampu berprestasi.

Untuk itu, LPTQ Baamang berencana melaksanakan training center dan pembinaan secara berkelanjutan menjelang pelaksanaan MTQ tingkat berikutnya.

"Kami berharap para juara tidak berhenti berlatih setelah kompetisi ini selesai. Mereka harus terus berlatih secara mandiri, disiplin, dan berkesinambungan agar kemampuan yang dimiliki semakin matang," ujarnya.

Selain pembinaan teknis, Agus juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Baamang, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, dunia usaha, para donatur, dan masyarakat untuk mendukung lahirnya generasi Qur'ani yang berprestasi.

Menurutnya, cita-cita besar LPTQ adalah menjadikan Kecamatan Baamang sebagai salah satu wilayah yang mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta pelaku seni Islami yang unggul dan berakhlak mulia.

"Kami ingin Baamang menjadi daerah yang melahirkan generasi yang cinta Al-Qur'an, memiliki akhlak yang baik, dan mampu berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi," tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ ke-57 dan FSQ ke-3 tingkat Kecamatan Baamang tahun 2026.

Ia menegaskan LPTQ terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dan FSQ pada tahun-tahun mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Berbagai masukan dan saran tentu akan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan MTQ berikutnya semakin baik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)