KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Suasana berebeda terasa malam itu di Stadion Mini Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Tribun penonton penuh dengan masyarakat yang duduk menikmati malam puncak dan penutupan Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) dan Pesta Pasar Rakyat tahun 2026, Senin malam, 22 Juni 2026.

Malam itu diwarnai berbagai penampilan dalam rangka hiburan rakyat, mulai dari adanya kembang api yang menyemburat ke langit hingga hiburan DJ Guwing berhasil membuat masyarakat bergoyang bersama.

Tidak sampai di situ, ada pula artis dengan nama panggung Ulat Bulu juga berhasil membuat masyarakat terhibur dengan cara atau atraksinya saat bernyanyi.

"Semalam saya berdiri di depan panggung, melihat dari dekat penampilan para artis. Ada artis Ulat Bulu, penampilannya membuat saya tertawa. Selain mengajak bernyanyi, tingkahnya juga menghibur masyarakat," ujar Said salah satu warga Kuala Kurun, Selasa, 23 Juni 2026.

Dia menambahkan bahwa meski Ulat Bulu hanya menyanyikan tiga lagu, namun penampilannya sangat maksimal dengan menampilkan berbagai atraksi di atas panggung seperti split berulang-ulang hingga jungkir balik.

Ada penampilan dari artis lainnya seperti Putri Pondang, Alboy, Alden Graciano, dan FDJ Chaca Qween yang tidak kalah menghibur masyarakat.

Puncaknya, ada penampilan Band Hijau Daun dengan beberapa lagu yang dibawakan termasuk lagu yang popular yakni Suara. Vokalis Hijau Daun Dedi Irawan sempat memandu penonton yang hadir untuk menggunakan lampu pada ponsel untuk menciptakan sinar-sinar kecil bak kunang-kunang yang menyinari malam.

Said menjelaskan, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong bersama istri Mimie Mariatie juga turut bernyanyi bersama Hijau Daun sehingga membuat suasana malam itu semakin meriah.

"Semoga di tahun-tahun selanjutnya, hiburan rakyat seperti ini bisa kembali dilaksanakan. Selain bisa menghibur masyarakat juga bisa membantu roda perekonomian masyarakat dengan adanya para pelaku usaha yang benjajakan dagangan atau jasanya di Pesta Pasar Rakyat," tukasnya. (RISKA YULYANA/j)