SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan saat musim kemarau.

Kewaspadaan dinilai penting, tidak hanya di kawasan hutan dan lahan gambut, tetapi juga di area permukiman warga yang memiliki lahan kosong atau telantar.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan imbauan tersebut disampaikan karena potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau.

BPBD Kotim baru saja menangani kebakaran lahan di kawasan permukiman warga di Jalan Tidar Raya, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 12.27 WIB.

"Api membakar sekitar 0,5 hektare lahan gambut di kawasan itu. Petugas bekerja cepat memadamkan api lantaran kebakaran lahan sudah berada tepat di samping salah satu rumah warga setempat, untungnya Tim Reaksi Cepat BPBD berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai membakar bangunan rumah," jelas Multazam di Sampit, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan, potensi karhutla di Kotawaringin Timur cukup tinggi karena sebaran lahan gambut di daerah tersebut cukup luas.

Saat kemarau, lahan gambut mudah mengering dan cepat terbakar. Kondisi ini juga menyulitkan proses pemadaman karena api dapat menjalar hingga ke bagian dalam tanah.

Selain kawasan hutan, kebakaran juga rawan terjadi di lahan kosong atau lahan telantar yang berada di sekitar permukiman warga.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran.

Berdasarkan data BPBD Kotim, akumulasi titik panas sejak 1 Januari hingga 22 Juni 2026 mencapai 194 titik.

Sementara itu, jumlah kejadian karhutla yang telah ditangani dalam periode yang sama tercatat sebanyak 49 kejadian.

Dari puluhan kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 102,22 hektare.

Kondisi itu membuat Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Siaga Darurat Kekeringan sejak 8 April hingga 10 Oktober 2026.

BPBD Kotim berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan masing-masing, terutama pada lahan rawan terbakar di sekitar tempat tinggal.