JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir lebih penting dibanding ancaman depresi ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin, 22 Juni 2026, ketika ditanya mengenai kemungkinan dampak ekonomi global jika konflik militer dengan Iran kembali berlanjut.

"Senjata nuklir lebih penting daripada depresi. Depresi itu sangat buruk. Senjata nuklir akan menyebabkan depresi jauh lebih cepat," kata Trump.

Trump menegaskan, Amerika Serikat akan mengambil langkah yang dianggap perlu apabila Iran tidak mematuhi ketentuan dalam memorandum yang telah ditandatangani kedua negara.

Ia tidak merinci langkah yang akan diambil, tetapi menekankan bahwa isu nuklir Iran tetap menjadi perhatian utama Washington.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum secara daring untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Dokumen tersebut memuat sejumlah ketentuan, termasuk tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Iran juga diminta memulihkan pelayaran di Selat Hormuz sesuai ketentuan dalam memorandum tersebut.

Pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat digelar di resor Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026.

Perundingan itu dimediasi Pakistan dan Qatar sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA