BORNEONEWS,Sampit – Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Muslih memperkenalkan proyek perubahan Radar Sosial.
"Radar Sosial sebuah ruang aduan dan respon cepat permasalahan kemasyarakatan berbasis partisipasi publik, " katanya, Selasa, 23 Juni 2026.
Lebih dalam ia menjelaskan, inovasi tersebut diinisiasi untuk menjawab lambatnya penanganan laporan masyarakat yang selama ini disampaikan ke pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara masyarakat memerlukan jawaban dan tindakan yang cepat dari pemerintah daerah.
“Selama ini laporan masyarakat yang masuk ke pemerintah daerah lewat OPD cenderung lambat ditangani. Dengan memperkuat peran Staf Ahli di Bidang Kemasyarakatan dan SDM, kami berharap dengan Radar Sosial ini setiap pengaduan masyarakat masuk ke kami, kami verifikasi, dan kemudian kirimkan kepada OPD terkait,” tegasnya.
Ia menjelaskan, misalnya apabila ada laporan mengenai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang memerlukan penanganan cepat dari instansi terkait lantaran bisa saja dapat membahayakan orang tersebut warga sekitar. Pengeduan warga melalui Radar Sosial akan dipantau langsung ke Dinas Sosial. Seluruh pengaduan terpantau melalui link langsung kepada Bupati Kotim.
“Jadi tidak ada OPD yang tidak bergerak cepat untuk menanggapi setiap masalah kemasyarakatan. Harapan kami Radar Sosial ini memberikan ruang kepada masyarakat agar setiap permasalahan yang mereka hadapi mendapat respon yang pasti dan cepat,” tegasnya.
Radar sosial ini merupakan salah satu proyek pembangunan yang belum lama ini dilaunching oleh Bupati Kotim Halikinnor pada (Senin, 22 Juni 2026). Ini juga telah disosialisasikan kepada masyarakat, salah satunya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) belum lama ini. Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir perangkat desa dari wilayah MHU untuk memastikan program dapat dimanfaatkan hingga tingkat desa.
“Dengan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mengetahui adanya inovasi Radar Sosial beserta tata cara pengaduannya. Kami yakin adanya Radar Sosial ini akan membantu mengatasi permasalahan masyarakat dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Makmur Supriyo mengapresiasi sosialisasi yang melibatkan unsur desa agar pengaduan bisa menyentuh lapisan bawah masyarakat.
“Dengan adanya Radar Sosial ini bisa membantu warga untuk melaporkan masalahnya dan berharap pemerintah segera merespon,” katanya.
Tidak hanya perangkat desa, salah seorang warga Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Endah, menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut. Ia menilai dengan adanya ruang aduan bagi masyarakat dapat membantu.
“Saya rasa Radar Sosial ini sangat membantu karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk langsung melapor ketika ada masalah,” ujarnya.
Beberapa warga juga mengingatkan pentingnya pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga akuntabilitas dan memberi informasi yang akurat saat menggunakan sistem ini.
“Radar Sosial bisa sukses kalau masyarakat juga aktif dan jujur dalam melaporkan, jangan sampai ada laporan yang tidak benar agar penanganan cepat dan tepat sasaran,” ujar Endah..
Dukungan terhadap Radar Sosial ini menggambarkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah lebih responsif dan koordinasi antar OPD semakin efektif dalam menyelesaikan masalah sosial.
“Kami berharap program ini terus ditingkatkan dan dijalankan dengan baik sehingga permasalahan masyarakat bisa cepat selesai dan pelayanan publik di Kotim semakin baik,” ungkap Rina menutup.
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mempercepat penanganan masalah yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam tata kelola pemerintahan daerah. (DEVIANA/H)









