PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Katingan – Pelaku usaha sarang burung walet di wilayah Katingan Hulu menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan usahanya. Salah satu yang dirasakan saat ini adalah semakin banyaknya gedung walet yang berdiri, sehingga populasi burung walet yang masuk ke masing-masing bangunan menjadi terbagi.

Salah seorang pelaku usaha walet, Toni, mengatakan pertumbuhan jumlah gedung walet dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Kondisi tersebut berdampak pada persaingan antarpemilik gedung untuk menarik burung walet bersarang.

"Semakin banyak gedung walet yang dibangun, maka burung walet yang datang juga terbagi ke banyak tempat. Ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha," ujar Toni, Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan usaha walet tidak hanya ditentukan oleh keberadaan gedung, tetapi juga dipengaruhi lokasi, perawatan bangunan, serta kemampuan pemilik dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi burung walet.

Ia menjelaskan, ketika jumlah gedung walet bertambah, pemilik usaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola bangunan agar tetap mampu menarik koloni walet untuk bersarang dan berkembang biak.

Meski demikian, Toni menilai usaha sarang burung walet masih memiliki prospek yang cukup baik karena permintaan pasar terhadap sarang walet tetap tinggi. Oleh karena itu, pelaku usaha terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan gedung walet yang dimiliki.

"Kami tetap optimistis karena permintaan sarang walet masih ada. Namun, pengelolaan usaha harus semakin baik agar dapat bersaing di tengah bertambahnya jumlah gedung walet," katanya.

Para pelaku usaha berharap adanya pendampingan dan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan mengenai budidaya walet yang efektif, sehingga usaha sarang walet di Katingan Hulu dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat. (MARINI/H)