BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara atau SawitNus mendorong generasi muda untuk melihat industri kelapa sawit sebagai sumber peluang usaha dan inovasi melalui pemanfaatan limbah sawit bernilai ekonomi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop kewirausahaan bertema Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Nilai Tambah Produk Turunan Kelapa Sawit bagi Generasi Muda yang digelar di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta terdiri dari santri, pelajar, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sekitar itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi industri sawit, khususnya pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah pengolahan lidi sawit menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar ekspor. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai rantai pasok ekspor lidi sawit, peluang pasar internasional, hingga strategi membangun usaha berbasis ekonomi sirkular.
Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Mukhtar, mengapresiasi dukungan BPDP yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut di lingkungan pesantren.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan mampu melahirkan santri-santri entrepreneur di sektor kelapa sawit sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM di sekitar pondok pesantren.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan santri-santri entrepreneur kelapa sawit dan bisa berkolaborasi dengan UMKM yang ada di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 23 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sawit tidak hanya menghasilkan minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kelapa sawit bukan hanya menghasilkan minyak goreng. Banyak produk yang kita gunakan sehari-hari berasal dari sawit. Karena itu, generasi muda perlu melihat sawit sebagai sumber inovasi, peluang usaha, sekaligus sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” kata Helmi.
Menurutnya, BPDP mendorong generasi muda, termasuk kalangan santri, untuk terlibat dalam pengembangan UMKM berbasis sawit guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Ketua Umum SawitNus, Ujang, menambahkan bahwa sektor sawit memiliki peran penting bagi Indonesia karena menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok industri tersebut.
Ia menilai kegiatan pelatihan seperti ini dapat membuka peluang lahirnya wirausaha baru sekaligus memperkuat kapasitas pelaku UMKM pengrajin lidi sawit di wilayah Bogor.
Sebagai tindak lanjut workshop, BPDP dan SawitNus memfasilitasi pembentukan Komunitas Pengrajin Lidi Sawit. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi peserta untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor.
Pembentukan komunitas itu juga menjadi langkah awal membangun ekosistem usaha berbasis limbah sawit yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, komunitas tersebut diharapkan berkembang menjadi sentra produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memahami manfaat kelapa sawit secara utuh dan mampu memanfaatkan peluang usaha dari berbagai produk turunannya sehingga sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga sumber inovasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









